ADV2 ADV2 ADV2

Pendukung Bakal Calon Sangadi Tidak Lulus Tes Tutup Kantor Desa

Share This:

Penutupan salah satu kantor Desa oleh pendukung bakal calon sangadi yang tidak lulus tes

Penutupan salah satu kantor Desa oleh pendukung bakal calon sangadi yang tidak lulus tes

BERITATOTABUAN.COM, BOLTIM  – Ratusan pendung bakal calon sangadi tidak lulus tes tutup Kantor Desa di beberapa wilayah yang ada di Kabupaten Bolmong Timur, hal tersebut dilakukan menyusul bakal calon sangadi yang mereka dukung dinyatakan tidak lulus oleh panitia pilsang tingkat Kabupaten.

Di Desa Atoga Timur Kecamatan Matongkad, aksi blokir jalan tersebut dilakukan para pendukung bakal calon sangadi dengan menggunakan bambu, papan dan batu, bahkan mereka juga membakar ban bekas. “Kami tidak terima calon sangadi kami digugurkan tanpa ada alasan yang jelas, kami menduga ini ada kaitannya dengan permasalahan Pilkada Boltim, dimana calon kami tidak memilih Bupati Sehan Landjar, ini sungguh tidak adil,” ujar Regen warga Atoga Timur.

Hal serupa juga terjadi di Desa Modayag III, dimana pendukung dari James Ochotan ini melakukan pemblokiran jalan tepatnya di jembatan kali putih, pada pukul 07.00 WITA. Dengan tuntutan yang sama yakni meminta panitia pilsang tingkat kabupaten untuk dapat mengakomodir kembali calon mereka tersebut.

Berbeda dengan di Atoga dan Modayag III, Pendukung calon sangadi Desa Modayag Induk Heri Massi, melakukan aksi protes dengan cara menyegel kantor desa setempat, akibatnya aktifitas para aparat desa  yang melakukan pelayanan kepada warga jadi terhenti.

 Aksi para pendukung calon tersebut tidak berlangsung lama, karena puluhan  aparat Polres Bolmong yang menerima laporan adanya pemblokiran jalan langsung turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada pukul 10.30 WITA. Dipimpin Kabag Ops Kompol Achmad Soetrisno, langsung mengambil tindakan tegas dengan membuka secara paksa akses jalan yang sempat ditutup warga tersebut, tak hanya itu salah satu oknum aparat desa Atoga Timur inisial HT alias Hengki juga turut diamankan karena diduga sebagai provokator.

“Kalu ingin menyampaikan aspirasi jangan dengan cara anarkis, ini jalan umum jika ditutup dapat mengganggu masyarakat lainnya yang melakukan aktifitas, kita dari pihak kepolisian tidak akan tinggal diam jika ada oknum masyarakat melakukan tindakan yang dapat menggangu ketertiban umum,” tegas Mantan Kapolsek Kotabunan ini dihadapan warga Atoga Timur.

Sementara itu Bupati Sehan Landjar saat dikonfirmasi harian ini, pihaknya membantah jika gugurnya sejumlah Bacalsang tersebut terkait dengan Pilkada Boltim 2015 silam . “Itu tidak benar, buktinya ada beberapa pendukung saya pada Pilkada lalu tidak lulus dalam tes ini, dan sebaliknya ada yang tidak mendukung saya pada pilkada namun lulus dalam tes sangadi ini, intinya panitia sudah menjalankan tugasnya sesuai dengan aturan jika ada yang tidak lulus tes berarti nilainya pada saat itu memang rendah,” ujar Sehan.

Sebelumnya di Desa Kokapoy Kecamatan Mooat, pada selasa (26/10) malam lalu, sekitar pukul 21.30 WITA juga sempat mencekam akibat aksi protes para pendukung salah satu calon sangadi yang gugur dalam tes melakukan protes kepada pihak panitia pilsang tingkat desa, beruntung aparat kepolisian cepat melakukan pengamanan.

Diketahui panitia pilsang tingkat kabupaten telah mengumumkan hasil tes tertulis dan wawancara bakal calon sangadi yang ada di 63 Desa se- kabupaten Boltim, pada selasa (26/10) malam lalu, hasilnya dari 231 calon, 67 dinyatakan gugur. Ada pun tes tersebut dipimpin langsung Bupati Sehan Landjar dan Wakil Bupati Rusdi Gumalangit. (Mon77)

author

Author: