ADV2 ADV2 ADV2

PANWASLU KOTAMOBAGU ‘Marathon’ Wawancarai Calon PANWASCAM

Share This:

 

Pimpinan Panwaslu Kotamobagu saat mewawancarai salah seorang calon anggota Panwascam

BERITATOTABUAN.COM, KOTAMOBAGU – Tahapan Fit and Proper Test (FPT) untuk Calon Panwaslu Kecamatan se Kotamobagu, Jumat (03/11/2017) siang tadi mulai digulir oleh Panwaslu Kotamobagu. Tidak tanggung-tanggung, dalam amatan beritatotabuan.com, proses wawancara terhadap sekitar 25 calon Panwascam yang telah dinyatakan lolos tes tertulis tersebut, digelar secara marathon, hingga tengah malam.

“Dalam FPT ini kami akan melihat dan menilai  kemampuan mereka secara personal, baik itu integritas mereka, soliditas, serta pemahaman dan penguasaan mereka tentang kepemiluan. karena dari sejak awal telah kami ingatkan jauh-jauh hari bahwa saat test tertulis hingga masuk pada proses FPT ini adalah orang-orang yang paham tentang tugas, wewenang dan kewajiban mereka dalam bertugas sebagai panwascam,” ucap Ketua Panwaslu Kotamobagu DR Musly Mokoginta SH MH.

Musly pun menjamin kalau hasil dari FPT ini benar-benar murni tanpa intervensi pihak manapun.  “saya menjamin bahwa hasil dari FPT nanti adalah benar-benar murni dari kemampuan mereka itu sendiri  dan yang terpenting juga dan perlu di catat bahwa dalam FPT ini tidak ada yang namanya titip menitip, kalau nilainya peserta secara personal rendah mustahil akan lulus,” tegasnya.

Sementara itu, pimpinan Panwaslu Kota Kotamobagu Amaludin Bahansubu, SPd.I, MPd.I  menegaskan kalau pihaknya tidak akan melihat latar belakang organisasi dalam proses seleksi tersebut.  “Mereka (peserta) harus benar paham dan mampu, karena kami yang akan melakukan FPT tidak akan melihat mereka dari organisasi mana yang mereka geluti atau dari kalangan apa mereka, yang kami lihat adalah kapasitas intelektual secara personal dan tidak catatan yang buruk secara personal,” imbuh Amaludin dengan nada tegas.

Sementara itu, Pimpinan Panwaslu Kota Kotamobagu lainnya, Adrian Herdy Dayaoh, SIP menambahkan kalau  Dalam melakukan FPT ini, undang-undang dan profesionalitas selalu menjadi ‘penglima’ mereka dalam menjalankan proses yang merupakan bagian dari tahapan Pemilu tersebut. “Kita ingin melahirkan Panwascam yang benar-benar memiliki kredibilitas dan integritas, taat aturan dan profesional dalam bekerja,” tandas Herdy. (mg1/jun)

author

Author: