ADV2 ADV2 ADV2 ADV2

Ini Koronologi Peminjaman Uang Rp 2,5 Milyar Oleh Jainuddin Damopolii Menurut Yasti (1)

Share This:

 

Dra Hj Yasti Soepredjo Mokoagow saat menggelar Konferensi Pers di Agra Coffe Kotamobagu tadi malam

BERITATOTABUAN.COM, KOTAMOBAGU – Mantan Ketua Komisi V DPR RI yang saat ini menjabat Bupati Bolaang Mongondow Dra Hj Yasti Soepredjo Mokoagow, Minggu (06/01/2019) bertempat di Agra Coffee Kelurahan Matali, menggelar Konferensi Pers dengan puluhan wartawan yang dalam kesehariannya bertugas di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow.

Konferensi Pers itu sendiri digelar guna meluruskan sejumlah isu yang berkembang terkait dengan hutang piutang antara dirinya dan mantan Wakil Walikota Kotamobagu Drs Hi Jainuddin Damopolii. “Saya akan membeberkan dari awal proses Pilwako Kotamobagu tahun 2013, khususnya awal mula dan bagaimana Ibu Tatong Bara dan Pak Jainuddin Damopolii bisa berpasangan dan menjadi Calon Walikota dan Wakil Walikota Kotamobagu waktu itu,” ucap Yasti memulai pembicaraan.

Yasti mengatakan, awal mula pasangan Ir Hj Tatong Bara dan Drs Hi Jainuddin Damopolii dicalonkan diawali dengan kedatangan Jainuddin di kediaman Yasti di Winangun Manado. “Bermula dari awal Agustus tahun 2012 saat itu di rumah saya di Winangun, dan CCTV saya masih ada, datanya lengkap di CCTV itu. Saat itu, di awal Agustus itu beliau (Jainuddin.red) meminta saya untuk dipasangkan dengan ibu Tatong. Awal Agustus itu beliau sampaikan kepada saya sudah memiliki dukungan ktp sekian ribu, dan rencana maju lewat jalur Independen. Tetapi saat itu beliau meminta saya dan memanggil saya ibu ketua untuk dipasangkan dengan Ibu Tatong,” ungkapnya.

Yasti mengatakan, saat itu dirinya sempat menanyakan apa motivasi Jainuddin hingga ingin dipasangkan dengan Tatong Bara dalam Pilwako kotamobagu tahun 2013. “Beliau saat itu menjawab bahwa motivasi dia untuk berpasangan dengan ibu Tatong, adalah ingin mengabdi betul kepada masyarakat Kotamobagu, mengingat umurnya yang sudah tua dan telah pensiun dari PNS. Saat itu saya bilang ke beliau, jika demikian cita-citanya, maka silahkan sosialiasi, jika hasilnya bagus pasti akan dipasangkan dengan ibu Tatong,” tambahnya.

Bulan September kata Yasti, Jainuddin datang lagi memakai kaos merah maron dan celana hitam. Saat itu beliau kembali menanyakan apakah mungkin bisa dipasangkan dengan ibu Tatong. “Saya katakan ke dia (Jainuddin) silahkan sosialisasi saja dulu. Beliau datang terus kepada saya, meminta tolong, mengemis-ngemis untuk dipasangkan dengan Ibu Tatong,” tukasnya. (Bersambung)

author

Author: