Penertiban Pedagang, Sahaya : Kita Tegakkan Perda Trantibum Sebagai Produk Inisiatif DPRD Kotamobagu

Bagikan Artikel Ini:

 

Penertiban Pedagang, Sahaya : Kita Tegakkan Perda Trantibum Sebagai Produk Inisiatif DPRD Kotamobagu

Sahaya Mokoginta

BERITATOTABUAN.COM, KOTAMOBAGU – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kotamobagu Sahaya Mokoginta SSTP mengungkapkan, kalau proses penertiban yang dilakukan pihaknya beberapa waktu lalu ke para pedagang yang ada di Pasar 23 Maret Kotamobagu, berlandaskan Peraturan Daerah (Perda) nomor 9 tahun 2016.

“Tupoksi kami adalah menegakkan Perda, termasuk dengan Perda Trantibum, yang notabene ini adalah Perda hasil inistiaf DPRD Kotamobagu tahun 2016, untuk menjaga ketertiban umum, dan juga pemakaian fasilitas public diluar ketentuan,” ungkap Sahaya, dalam konferesni pers yang digelar Rabu (09/10/2019) siang tadi

Dirinya menambahkan, kalau proses penertiban yang dilakukan mereka ke pedagang beberapa waktu lalu sebelumnya sudah pernah dilakukan. “Yang ditempati pedagang sebelumnya itu adalah areal parkir bagi para pengunjung pasar. Lebih dari itu, ada Ruang Terbuka Hijau (RTH) di areal parkir itu, yakni taman yang menuju ke dalam pasar. Selama ini, kita terus berikan dispensasi ke pedagang, sebab mereka kerap meminta agar diberikan kelonggaran untuk berjualan di lokasi itu saat momentum hari besar keagamaan, seperti Idul Fitri dan juga Natal. Tetapi, sejak selesai moment hari besar keagamaan tersebut, rupanya para pedagang tidak juga pindah kedalam areal pasar, sehingga kita melakukan penertiban tersebut. Tetapi, harus dijelaskan disini, kalau sebelum penertiban dilakukan kita sudah beberapa kali melayangkan peringatan secara lisan, maupun tertulis agar mereka mau masuk ke dalam areal pasar untuk berjualan,” jelas Sahaya.

Sahaya juga mengatakan, dalam penertiban itu pihaknya bersama dengan Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM bahkan telah menyediakan tempat atau lapak bagi para pedagang yang digeser dari areal parkir tersebut. “Kita tidak hanya menertibkan begitu saja, tanpa ada solusi. Para pedagang bahkan kami bawa ke tempat yang telah disediakan untuk mereka agar bisa ditempati dan menjajakan dagangan tersebut,” tuturnya. (jun)

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.