Harga Beras di Bolmong Raya Menanjak

Bagikan Artikel Ini:
Hamim Mambela, salah satu pedagang di Pasar 23 Maret Kotamobagu

Hamim Mambela, salah satu pedagang di Pasar 23 Maret Kotamobagu

Kotamobagu, BT –  Curah hujan yang cukup tinggi dan terus mengguyur wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR), sepekan terakhir, rupanya mulai mempengaruhi perekonomian warga. Hal ini menyusul dengan mulai menanjaknya sejumlah kebutuhan pokok. Pantauan yang dilakukan beritatotabuan.com, di Pasat Tradisional 23 Maret Kelurahan Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu Barat, Senin (18/08/2014) siang tadi, beras yang menjadi bahan makanan pokok saat ini telah menyentuh Rp 9500-10.000/kilogram. Hal tersebut dibenarkan oleh Hamim Mabela, salah satu pedagang di pasar tersebut. Menurutnya, kenaikan harga beras itu terpaksa dilakukan mereka, mengingat pengambilan beras ke distributor saat ini mengalami kenaikan.

“Biasanya kami mengambil Rp480 ribu setiap karung berisi 60 kilogram berasd. Namun saat ini harganya sudah mencapai Rp520 ribu/karung. Kalau dihitung-hitung pokoknya saat ini sudah Rp8.500/kilogram,,” ungkap Mabela.

Meski harga beras naik, namun Papa andre sapaan akrab Mabela mengatakan, harga bahan pokok lainnya seperti cabe rawit dan tomat cenderung stabil.

“Untuk saat ini harga tomat masih Rp 5ribu/kilo, dan cabe rawit 15ribu/ kilo,” tambahnya.

Namun demikian, Mabela mengakui kalau musim penghujan saat ini mempengaruhi pendapatan dirinya selaku pedagang.

Yang jelas omzet kami menurun dengan keadaan hujan seperti ini. Namun apa boleh buat, selain kita terus berdagang di tempat ini,” tutupnya. (vicky mokodompit/junaidi)

Rate this article!
author

Author: 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.