Jualan Lampu Botol, Omzet Wanita Ini Sentuh Jutaan Rupiah Dalam 3 Hari

Share This:

 

Neni Mongilong, salah satu penjual lampu botol di komlek bekas RSUD Datoe Binangkang Kotamobagu

BERITATOTABUAN.COM, KOTAMOBAGU – Menjelang hari raya Idul Fitri 1439 Hijriah permintaan lampu botol atau bahasa daerahnya Tuntul, meningkat drastis, pasalnya lagi 1-2 hari sebelum malam pemasangan lampu para konsumen berlomba-lomba mencari dan membeli lampu tersebut.

Dari pantauan awak Media beritatotabuan.com, Senin (11/06/2018)  sore tadi nampak pedagang lampu botol tetsebut berjejeran dipinggiran jalan, tepat disamping eks Rumah Sakit Datoe Binagkang arus menuju bundaran tugu pembebasan areal paris super store.

Diantara para pedagang ibu Neni Mongilong saat disambangi awak media dirinya mengatakan, bertepatan karena  4 hari menjelang idul fitri adalah momen monuntul yang berlangsung malam selama 3 hari maka dia jualan lampu tersebut, ” Yaa hitung-hitung  penghasilannya lumayan, sudah 3 hari ini saya jual lampu ini saya hitung sudah sekitar Rp 2 juta pemasukan selama 3 hari ini,” ungkapnya.

Sebelumnya, Neni mengatakan kalau dirinya jualan online shop. “Jadi selain jualan online saya juga memanfaatkan moment ini untuk bisa menjual lampu botol,” tambahnya.

Tetapi meskipun begitu, ia mengaku kalau membuat lampu tersebut sudah menghabiskan biaya Rp 1 juta rupiah sebagai modal untuk pembuatannya. “Dari tahun ke tahun sebelumnya sampai  tahun ini para pedagang lampu botol tetsebar dimana-mana, namun bisa jadi  menyulitkan bagi para pembeli, karena tidak terpusat di satu tempat saja, jadi saya berharap kedepan pemerintah siapkan satu tempat saja supaya para pembeli hanya terpusat di satu tempat juga,” harapnya. (febri limbanon)

author

Author: