ADV2 ADV2

Ini Silsilah Kerajaan Bolang Itang

Share This:

Situs Komalig

Situs Komalig

Bolmut, BT – Kabupaten Bolmong Utara, dahulunya merupakan wilayah kerajaan. Salah satu kerajaan yang terkenal di daerah itu, adalah Bolang Itang dan Kaidipang. Informasi yang dihimpun beritatotabuan.com, dari buku milik Almarhum Prof H.T Usup, salah satu penelitis sejarah kerajaan di daerah itu, menyebutkan, asal mula berdirinya kerajaan Bolang Itang dan Kaidipang, diawali dari sosok Dotinggulu yang beristerikan Katulumeme. Dia adalah Raja Negeri Mokapog, yang dalam perkembangannya setelah bertahun-tahun menjadi kerajaan BolaangItang dan Kaidipang.
Keturunan mereka adalah Binangkal Pugu-Pugu, Dwong, Linang
dan Pinonousa. Dari keturunan anak-anak Dotinggulu ini lahirlah Israel Pontoh.

Israel Pontoh lantas kawin dengan Manggeali dari Buol dan lahirlah Rajalu Pontoh dan Antogia Pontoh. Dimana, Antogia Pontoh akhirnya menggantikan posisi Israel Pontoh sebagai Raja.
Antogia lantas menikah dengan dengan
Dongintaela Manoppo, seorang Bu’a dari
Mongondow dan lahirlah Salmon Muda Pontoh, yang kelak menjadi raja pertama dari kerajaan Bolaang Itang yang dilantik pada 21 November 1793 dan memerintah dari tahun 1793-1823.
Salmon Muda Pontoh mempunyai permaisuri masing-masing Maratha dan Filipina Silagondo Jacobus. Filipina sendiri adalah putri Raja Siau, Ismail Jacobus (1752-1788).
Salmon Muda Pontoh digantikan oleh putranya Daud Pontoh. Daud sendiri mempunyai 2 permaisuri yaitu Nanggio dan Gogat.
Nanggio berputra Jacob Pontoh dan Israel Pontoh. Jacob Pontoh inilah yang kelak menjadi Raja Siau (1850-1889). Di era penjajahan Belanda, Jacob Pontoh menentang mereka, akhirnya dia kemudian diasingkan ke Cirebon (Jawa Barat).
Saudaranya, raja Daud Pontoh adalah Monti dan Patri atau Nicolaas Pontoh. Nicolaas Pontoh kawin dengan Inontat Manoppo yang sebelum Yacob Pontoh juga menjadi raja Siau (1839-1850).
Inontat Manoppo adalah putrid raja Bolaang Mongondow, maka tidak heran pertalian kekeluargaan antara Siau, Bolaang-Itang dan Bolaang Mongondow sudah terpateri sejak dulu kala.

Raja Daud digantikan oleh saudaranya
Phillips Pontoh tetapi Phillips Pontoh setelah dilantik di Manado tidak sempat memerintah karena wafat secara mendadak di Singkil Manado.
Karena saudaranya wafat di angkatlah
puteranya Israel Pontoh menjadi raja yang memerintah dari tahun 1863-1880.
Israel Pontoh diganti oleh Togupat
Pontoh yang memerintah hanya 8 bulan (1880), dari keturunan saudara kandung raja Antogia, Israel Pontoh diganti oleh Togupat yaitu Rajalan Pontoh. Togupat Pontoh diganti oleh Pade Pontoh (1881-1882). Pade Pontoh
diganti oleh raja Suit Pontoh (1882-1883)
seorang raja yang menolak menandatangani kontrak pendek (kote verklaring) sehingga diganti oleh saudaranya sendiri raja Bonji Pontoh (1883-1907).
Raja Bonji Pontoh ini yang banyak
melakukan perubahan dan kemajuan Bolaang- Itang, wafat tahun 1907 dan digantikan oleh puteranya Sinyo Pontoh sebab pejabat sementara (1907-1909) sampai dilantiknya raja Ram Suit Pontoh (1909-1912).

Pada tahun 1912 bergabunglah kerajaan
Bolaang-Itang dengan kerajaan Kaidipang
menjadi Kerajaan Kaidipang Besar (Sumber : Arsip Alm. Prof. H.T Usup) (*)

Rate this article!
Tags:
author

Author: 

One Response

  1. author

    Goma3 years ago

    Apakah tidak ada penggelapan sejarah?
    Ingat,ALLAH.SWT maha kuasa

    Reply

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.